Hukum dan Kriminal

Tergugat dugaan “Perampasan” Hak Kemerdekaan dan Hak Milik, MengajukaN Jawaban .

Gunungsitoli ,Haksuara.com– Perkara nomor : 23/Pdt.G/2020/PN Gst; yakni gugatan perbuatan melawan hukum (PMH), adanya dugaan “perampasan” hak kemerdekaan dan hak milik dengan Penggugat sudi Telaumbanua dan tergugat CZ. Kuasa Hukum tergugat, Itamari Lase, S.H.,M.H menyerahkan duplik atau jawaban terhadap gugatan Sudirman Telaumbanua kepada majelis hakim Pengadilan Negari Gunungsitoli, Kemarin (1/7).

Sudirman Telaumbanua (Penggugat) yang ditemui di rumahnya di Desa Onozitoli Sifaoroasi, Kota Gunungsitoli, Kamis (2/7) kepada wartawan mengatakan bahwa dalam hal duplik/jawaban tergugat, tergugat mengakui bahwa jalan yg dibangun tergugat adalah benar sebagian tanah hak milik penggugat.

“Jalan yang dibangun tergugat tidak seluruhnya milik penggugat (Pengakuan tertulis tergugat dalam jawabannya)” Ucap Sudi.

Selain itu , tergugat juga mengakui bersedia membayar ganti rugi tanah milik penggugat namun tergugat tidak bersedia membangun rumah penggugat yang telah kehilangan jalan akses masuk/keluar rumah.

Untuk itu, kata Sudi, karena perkara ini telah disidangkan dipengadilan maka sepenuhnya hakim yang memutuskan dengan harapan , putusan Hakim akan dapat mengembalikan hak hak hidupnya sekeluarga yang terganggu akibat perbuatan tergugat. Sudirman tidak terlalu jauh menjelaskan hal lainnya.

“Saya pasrahkan sepenuhnya kepada ketua majelis hakim dan hakim anggota gugatan saya ini, Karena saya yakin bahwa hakim sebagai wakil tuhan didunia lebih bijak dan pasti mengetahui yang benar dan yang salah dan tidak akan membenarkan yang salah dan yang salah dibenarkan ” kata Sudi pasrah.

Dikabarkan sebelumnya, Sudirman Telaumbanua dalam gugatannya meminta majelis hakim untuk menetapkan tergugat telah merampas hak kemerdekaannya sekeluarga dan telah merampas hak miliknya berupa tanah seluas lebih kurang 20 meter persegi di desa Onozitoli Sifaoroasi Kecamatan Gunungsitoli secara paksa dengan cara tergugat mendirikan jalan setinggi +/-3 meter didepan rumah penggugat tanpa izin dan tanpa persetujuan penggugat.

Sehingga atas perbuatan tergugat tersebut, penggugat kehilangan akses jalan masuk atau jalan keluar rumah dan banjir selalu melanda rumahnya sewaktu hujan.

Diinformasikan Penggugat kepada wartawan, bahwa tergugat sebelumnya mengakui bersedia memberikan ganti rugi akan tanah penggugat yang telah didirikan jalan diatasnya oleh tergugat tetapi tergugat tidak bersedia membangun rumah penggugat yang sudah tidak ada jalan masuk/keluar akibat jalan tersebut.

Penggugat berharap majelis hakim memberikan putusan yang benar sehingga penggugat bisa mendapatkan akses jalan masuk atau keluar rumah dan terhindar dari ancaman akan “robohnya” tembok yang berdiri di depan rumah penggugat.

Informasi dihimpun, sidang akan dilanjutkan pada 08 Juli 2020 dengan agenda penyampaian replik oleh penggugat.

Previous ArticleNext Article

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.