oleh

Tugu di ibukota nias utara terus di benahi ta.2018

-Tak Berkategori-19 views

Pecantuman Nama Kecamatan Pemekaran akan dilanjut Ta. 2018

Pembangunan Tugu di ibu kota kabupaten nias Utara sudah hampir rampung tinggal sedikit lagi pencantuman nama -nama Kecamatan se-kabupaten Nias utara, dan beberapa sudah dipasang ditugu Tersebut
1.Kecamatan Lahewa
2.kecamatan Alasa
3.kecamatan Tuhemberua.
Hal demikian menjadi protes sejumlah masyarakat, atas keberadaan nama ditugu tersebut karena kabupaten nias utara terbagi 11 kecamatan, seperti dilangsir beberapa akun media sosial baru baru ini.

Kadis PUPR kabupaten Nias Utara Yulius Zai, Menerangkan pelaksanaan pembangunan TUGU diibukota kabupaten Nias Utara adalah satu satu Item Ikon kabupaten, Dan sedang pembenahan, dan masih ada yang perlu dilengkapi,
Memang pada pelaksanaan pembangunan di Ta. 2017 telah dianggarankan pencantuman Nama kecamatan dan disusul dengan nama nama kecamatan pemekaran secara historisnya, itupun pencantuman nama 3 kecamatan tersebut telah dibahas oleh sejumlah tokoh, dan mengidahkan hal demikian dengan menguraikan historis kecamatan lainnya. Tutur kadis PUPR,

Ditambahkannya lagi, bahwa pencantuman nama -nama kecamatan lainnya telah ditampung di APBD 2018 ,segera mungkin dilengketkan, sedang pembuatan,
Kita tidak ada menghilangkan kecamatan lainnya yang tergabung dikabupaten nias utara, juga kita harus menghargai proses penggunaan anggaran, karena sepersen pun uang negara dipake wajib sesuai prosedur dan sistem, jangan sampai hal demikian lagi lebih mengarah pada kritik nuansa korupsi kedepan,

Kita akan lengketkan
Lahewa,
Lahewa Timur
Afulu,

Alasa,
Tugala Oyo
Alasa Talumuzoi
Namohalu esiwa,

Tuhemberua,
Lotu,
sitoluori
Sawo,
Begitulah historis pecantuman nama kecamatan se-kab. Nias utara. Semoga penjelasan ini berguna untuk kita semua agar tidak mudah terprovokasi, harap kadis PUPR melalui selulernya.

Tokoh masyarakat kabupaten nias utara, Dal ziliwu juga menanggapi kisruh pencantuman 3 kecamatan ditugu ibukota kabupaten nias utara, hal demikian jangan diplesetkan untuk menjadi bahan provokasi untuk kepentingan tertentu menuju perpecahan, hal demikian sebelumnya telah disampaikan bahwa nama kecamatan tersebut iduk dari pemekaran kecamatan lainnya, dan setahu saya akan dilengketkan lagi nama nama kecamatan pemekarannya dibawah nama kecamatan tersebut sesuai historis dan sejarahnya. Kita harus bijak memahami konsep pemerintah untuk menjadi sejarah bagi generasi berikutnya, ungkap dal Ziliwu