Tunggakan Capai Rp5 miliar, PDAM Jeneponto Ancam Cabut Meteran Pelanggan

    JENEPONTO, HAKSUARA.COM – Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Jeneponto saat ini melakukan pencabutan meteran pelanggannya. Upaya ini dilakukan sebagai langkah tegas menindaki para pelanggan penunggak pembayaran tagihan air bersih.

    Direktur PDAM Jeneponto Junaedi kepada haksuara.com, Selasa (01/10/2019) menyebutkan, jumlah tunggakan pembayaran tagihan air bersih para pelanggannya tersebut mencapai Rp5 miliar. Akibatnya, PDAM harus bertindak tegas menyegel meteran pelanggannya yang tersebar di beberapa kecamatan, tegasnya.

    “Pelanggan yang menunggak ini yakni dari Instansi Pemerintah, rumah tangga, sosial seperti mesjid dan panti asuhan. Selain itu tunggakan juga dilakukan oleh para pelanggan niaga. Pencabutan ini dilakukan bagi pelanggan yang sudah berbulan-bulan menunggak,” ungkap Junaedi.

    Dia menjelaskan bagi pelanggan yang sudah dicabut sambungan meterannya, bisa dilakukan penyambungan kembali sepanjang sudah melunasi tunggakannya ditambah biaya pemasangan ulang sambungan sebesar Rp 1 juta, jelas Junaedi.

    Selain itu, kata Junaedi, langkah tersebut kita ambil untuk menutupi biaya pemeliharaan mesin pompa yang rusak akibat banjir bandang yang melanda kabupaten Jeneponto beberapa waktu yang lalu. Akibatnya PDAM Jeneponto harus menanggung beban biaya yang besar untuk pemeliharaan mesin pompa dan pipa yang rusak parah.

    Untuk itu, diimbau kepada seluruh pelanggan untuk patuh melakukan pembayaran karena ini untuk kelangsungan pelayanan air bersih kepada masyarakat secara umum di Jeneponto, pungkasnya. (Lau)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here