Politik dan Pembangunan

Usai Ditahan KPK, Mungkinkah Karier Politik Setnov Tamat?

Perjalanan Setya Novanto mungkin ibarat permainan roller coaster. Kariernya melesat setelah dipilih sebagai Ketua DPR pada 2 Oktober 2014. Didukung kekuatan Koalisi Merah Putih, Novanto, sang bendahara umum Partai Golkar melenggang mulus menjadi Ketua DPR periode 2014-2019.

Novanto diusung Fraksi Partai Golkar, Gerindra, Demokrat, PAN, PKS, hingga PPP. Padahal banyak pihak yang mewanti-wanti karena Novanto bolak-balik menjadi saksi KPK dalam kasus Cessie Bank Bali, PON Riau, hingga kasus Aqil Mochtar.

Tak lama menjabat, ia menjadi kontroversi karena hadir di kampanye Donald Trump yang saat itu masih menjadi calon Presiden Amerika Serikat. Karier politiknya terjun bebas seusai tersandung kasus Papa Minta Saham pada 16 Desember 2015.  Novanto mengundurkan diri sebagai Ketua DPR, setelah divonis bersalah oleh Majelis Kehormatan Dewan karena mencatut nama Presiden Joko Widodo dalam permintaan saham kepada PT Freeport Indonesia. Hanya setahun waktu Setya Novanto untuk bangkit.

Setelah memenangi munaslub Golkar, ia kembali duduk di kursi Ketua DPR. Berbekal putusan Mahkamah Konstitusi, Novanto kembali menjadi Ketua DPR menggantikan Ade Komarudin. Dan kini, Setya Novanto telah ditahan KPK setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus KTP elektronik. Mungkinkah berarti akhir karier politik Setya Novanto?

Previous ArticleNext Article