Hukum dan Kriminal

Warga Digegerkan Penemuan Guru SMPN 1 Balinggi Tewas Membusuk Di Kamar


PARIGI MOUTONG, Hak Suara,- Seorang guru Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Desa Balinggi, Kecamatan Balinggi, Kabupaten Parigi Moutong diketahui bernama I Ketut Arya (50) ditemukan tewas membusuk di dalam kamar tidurnya, Minggu (26/01/2020).

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun dari Kepala Kepolisian Sektor Kecamatan Sausu Iptu Asse menyebutkan, bahwa mayat I Ketut Arya ditemukan pertama kali oleh dua orang guru yang juga mengajar di Sekolah tersebut yakni, I Komang Erik Risnawan dan I Nengah Arka.

Sebelum ditemukan, sekitar pukul 08.00 Wita, guru I Nyoman Erik Risnawan hendak memperbaiki lampu di salah satu ruangan sekolah, namun terkunci. Karena kebetulan kunci sekolah berada di tangan korban.

“Nah lanjutnya pak I Nyoman Erik Risnawan langsung menuju ke rumah korban untuk mengambil kunci sekolah, tetapi pintu rumah korban terkunci dari dalam. Pak I Nyoman Erik Risnawan mencoba memanggil-manggil nama korban, tidak ada jawaban,” sebut Iptu Asse, yang dihubungi sultengtodaycom, melalui telepon genggamnya.

Lanjut Iptu Asse, lantaran jawaban dari dalam rumah tidak mendapat balasan dari korban, I Nyoman Erik Risnawan berupaya untuk masuk melalui pintu belakang rumah. Menemukan kondisi pintu bagian belakang tidak terkunci, I Nyoman Erik Risnawan seketika masuk kedalam rumah sontak terkejut melihat tubuh korban yang sudah tidak bernyawa dan membengkak serta mengeluarkan aroma tidak sedap di kamar tempat tidurnya.

Mengetahui kejadian itu, I Nyoman Erik turut memanggil guru I Nengah Arka untuk melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Kepolisian.

“Guna membatasi warga yang masuk ke dalam rumah korban untuk melihat secara dekat, Anggota memasang garis Polisi, karena warga sudah berkerumah di TKP,” ungkap Iptu Asse.

Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) langsung dilakukan. Pihak Kepolisian juga memastikan dari hasil olah TKP, sementara tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

“Informasi kami dapatkan dari keluarganya, korban memiliki riwayat berbagai penyakit yang sudah komplikasi dan tinggal sendiri di perumahan sekolah,” jelas Iptu Asse.

Usai dilakukan identifikasi awal di TKP, jenazah guru I Ketut Arya langsung dibawa ke RSUD Anuntaloko Parigi untuk divisum. (Aisyah)

Previous ArticleNext Article

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.