Ekonomi dan Bisnis

Workshop FGD Gerakan 1.000 Investor Lokal

MAKASSAR, HAK SUARA – Pemprov Sulsel memotivasi pengusaha lokal agar meningkatkan level usahanya ke tingkat yang lebih besar. Lantaran peluang ke arah sana kian terbuka. Demikian dikemukakan Ketua Panitia Pelaksana, Mukhlis SE MM saat Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Atap menyelenggarakan Workshop Focus Group Discussions (FGD) Gerakan 1.000 Investor Lokal di Hotel Continent Centrepoint, Panakkukang, Kamis 13 Desember 2018.

 

Kadis Penanaman Modal dan PTSP Provinsi Sulsel, AM. Yamin SE, MS mempresentasikan potensi bisnis di Sulsel mengatakan, Sulsel letaknya sangat straregis jika dibidik dari segi bisnis. Lantaran berada di tengah-tengah Indonesia. Bahkan merupakan pintu gerbang Indonesia timur.

“Sulsel memiliki infrastruktur yang memadai sebagai penunjang kemudahan pengembangan investasi. Disamping itu juga memiliki natural resources yang melimpah, seperti buah, rumput laut, kakao, jagung, kopi, sapi, udang, pariwisata, energi pertambangan, dan lainnya yang tercatat sebagai penyumbang terbesar bagi produksi nasional,” jelas AM. Yamin mencontohkan.

Katanya, kondisi ini kiranya dimanfaatkan investor lokal dalam upaya percepatan dan pengembangan usaha dari 1 unit menjadi 2 atau 3 unit dan seterusnya.

 

Pemateri Haeruddin dari KADIN, mengaku bahwa saat ini kita tidak lagi membicarakan soal kemasan, produk dan pola lama pemasaran. Tapi lebih ke pemasaran yang spektakuler dengan memanfaatkan teknologi. 

Hal yang sama juga diungkapkan AM. Nur Bau Massepe. Baginya, saat ini kita sudah berada di posisi distruption. Yaitu, sebuah pergeseran pola bisnis yang cepat, efisien seiring berkembangnya industri teknologi indormasi.
Peserta kian termotivasi saat La Odi Mandong memaparkan materi. Bahkan dia memberi spirit menjadi pengusaha sukses seperti buku berjudul “5 Spirit menjadi Sukses Spektakuler.” Yaitu, impian, doa, optimis, action dan antusias.

“Jika Anda memiliki 5 faktor itu dalam berbisnis, saya yakin Anda akan cepat sukses. Tentu saja harus Anda sempurnakan dengan mengoptimalkan potensi diri,” tandas La Odi meyakinkan. (r/asis)

Harapan M. Jafar

Pemerintah Belajar ke Cina

M. Jafar merupakan salah seorang peserta workshop FGD yang juga owner Produk Kacang Disko Cap TIGA BINTANG pada diskusi itu mengaku berterima kasih kepada Dinas Penanaman Modal Provinsi Sulsel dengan adanya workshop ini. Namun dia berharap agar pemerintah harusnya melakukan pendampingan langsung ke pengusaha UKM terseleksi dalam memasarkan produknya.

Caranya, mungkin menambah tugas dan fungsi Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) dengan membeli tunai produk UKM terseleksi lalu menjual ke toko dengan margin tertentu.

Otomatis terjadi win win solution. UKM fokus di sektor produksi sedangkan pemerintah (baca: UPTD) yang memasarkan produk dan pada bersamaan ada tambahan pendapatan daerah (PAD) yang didapat UPTD. Itu bukan pajak.

“Saya kira DPRD pasti mengapresiasilah. Ini kan pola yang sangat cerdas dan inovatif. Contohnya, pola Bank Sampah yang dikembangkan Walikota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto melalui Dinas Lingkungan Hidup. Itu kan sangat berhasil. Itu produk sampah, apalagi ini usaha pangan. Jadi UKM tidak usah diarahkan berutang di bank. Lebih baik pemerintah bermitra langsung dengan pengusaha UKM terseleksi. Lebih kena sasaran,” harapnya.
Kenapa negara Cina lebih maju? Karena pemerintahnya betul betul hadir bersentuhan langsung dengan pengusaha lokalnya. Kenapa harga jahe Cina paling murah di dunia dan menguasai pasaran? Lagi lagi karena pemerintahnya yang bernegosiasi langsung dengan buyer. (r/asis)

Previous ArticleNext Article